![]() |
| Aan Mansyur |
Saya akhirnya bertemu
Aan Mansyur yang di bicarakan itu. Kami mengobrol banyak dan tentu saya lebih
banyak mendengar. Laki-laki sederhana yang karya-karyanya tidak biasa itu berbagi
banyak hal, menjawab bertubi-tubi pertanyaan “acak” saya dengan lebih banyak cerita
tentang dirinya sendiri; tentang bagaimana dirinya berkarya. Aan menyampaikan
kecemasan (ini kata saya. Saya anggap Aan Cemas) dengan minimnya sastrawan/penyair
muda dari timur Indonesia. Berulang kali Aan menyampaikan rasa cintanya pada
kota Ambon, Maluku tempat lahir sekaligus tempat tinggal saya. Aan bilang “kamu
bisa menulis keindahan yang ada disana” dan laki-laki itu telah memulainya jauh
sebelum kalimat tersebut di sampaikan pada saya.
Ini adalah
postingan yang mer-repost enam puisi Aan Mansyur dari perjalanannya mengelilingi
kepulauan Maluku yang saya percaya bisa jadi cambuk serta penyemangat
sasatrawan Muda Maluku . Tentang perjumpaan bersama Aan mungkin akan saya
ceritakan lebih panjang suatu hari nanti. Intinya saya bersyukur telah bertemu,
bertatap-tatapan dan lebih dari itu bisa saling berpelukan (berkali-kali). Semoga
ide dan keinginan kita bisa segera terwujud. Aan terima kasih :)







