Ini adalah postingan
balasan untuk “Starbucks UI” yang diposting oleh Arnellis beberapa hari yang lalu. Di
postingannya tersebut kawan saya menulis tentang kegamangannya menyaksikan
kehadiran sebuah gerai kopi internasional dengan tulisan hijau menyala
“Starbucks Coffee” yang menempel layaknya parasit di bangunan baru Perpustakan
Pusat Universitas Indonesia yang konon katanya adalah perpustakaan terbesar
Se-Asia Tenggara.
Dalam postingannya
tersebut, Arnellis mengutip pernyataan saya betapa Universitas Indonesia seharusnya
menyandang berat beban persoalan bangsa hari ini, khususnya di bidang
pendidikan yang hingga kini masih saja jauh dari harapan masyarakat.
Keharusan ini bagi saya lahir dari konsekuensi Universitas Indonesia yang
menggunakan “Indonesia” sebagai nama yang dengan sendirinya menjadi semacam
legitimasi atas keseluruhan wilayah dari Sabang sampai Merauke. Lepas dari
latar belakang sejarah bahwa kampus biru tersebut adalah universitas pertama di
Indonesia dan berkedudukan di ibu kota negara sehingga memperoleh penamaan eksklusif
tersebut, identitasnya tetaplah perlu diperbaharui agar mampu menjawab realitas
sosial kekinian.

