“ karna semua anak Indonesia punya hak yang sama untuk belajar dan jadi
pandai “
Di suatu malam yang absurd di
sebuah trotoar denagn dua gelas kopi sebagai teman, saya dan Bhagavad Sambadha bertukar cerita, obrolan “sok tahu” tapi tidak “sok
penting” karena apa yang kami obrolkan memang adalah sesuatu yang kami yajini penting
(sampai disini maaf kalo beneran “sok tahu” yaa). kami mengobrol tentang belum
meratanya pembangunan-tentang dampak pembangunan yang belum bisa menjangkau
seluruh lapisan masyarakat baik dipandang dari klasifikasi sosial ekonomi
maupun hal-hal teknis seperti luasnya wilayah yang mengakibatkan terbatasnya
jangkauan dan dari semua semua sektor pembangunan yang masih terlambat tersebut
pendidikan adalah sektor yang sangat disayangkan.


