Tampilkan postingan dengan label #obsat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #obsat. Tampilkan semua postingan

#JamaahAfterParty

Mereka menyebutnya “after party”, sebuah sebutan yang saya anggap asbun dan tanpa tendensi apapun. After party ini bukan sebutan milik sekelompok orang yang sibuk mencari tongkrongan untuk sekedar meluruskan kaki dan merenggangkan saraf-saraf yang tegang selepas lari malam dari satu klub ke klub yang lain atau untuk sekelompok orang berbaju dan bergaun pesta, tapi milik sekelompok orang yang “ga doyan” pulang setelah #obsat bubar.

Di Obsat saya bertemu dengan banyak orang baru, mereka yang kini tidak bisa begitu saja saya ke sampingkan dan sudah saya yakini sebagai bagian dari masa depan setidaknya saya yakin akan kembali berkumpul bersama mereka. Saya menyebutnya Jamaah After Party, sebutan yang meminjam istilah yang sudah ada, ditambah fakta bahwa mereka bukan satu dua orang, tapi beramai-ramai sehingga lebih cocok disebut jamaah.

Obsat adalah satu dari sekian pilihan yang lahir dari keniscayaan bahwa hari ini social-media memiliki peranan penting dalam kehidupan, setidaknya bagi mereka yang menjadi pengguna atau lebih spesifik lagi disebut penggiat internet, dan memiliki kesamaan persepsi serta kebutuhan mengaktualisasikan diri juga mentransformasikan pemikiran dalam rupa kumpul-kumpul dan ngobrol-ngobrol. Obsat memang serupa party, banyak orang berkumpul sambil makan-makan (gratis) juga pilihan “obrolan” sehingga memang benar-benar mampu menjadi pilihan melunasi kesumpekan ibu kota serta waktu yang mahal untuk bisa bertemu offline bukan online. Obsat dalam pemahaman saya kemudian setelah beberapa kali datang memang akhirnya tidak lebih dari meeting spot, pilihan hang out yang berisi untuk mereka yang sudah saya sebut terlebih dulu di atas. Dari aktivitas itu saya kemudian mengenal beberapa dari mereka yang seperti telah mengklaim diri sebagai warga #obsat dan menjadi Jamaah After Party.